Apakah Emosi Turun Naik Termasuk Gangguan Mood?

Terakhir diperbaharui: 2 tahun yang lalu
Ditinjau oleh Guest

Definisi 

Gangguan mood merupakan gangguan kesehatan mental yang membuat emosi turun naik. Emosi seseorang terkadang berada dalam kondisi kesedihan yang sangat ekstrem (depresif) atau bisa juga berada dalam kondisi kesenangan yang berlebih (mania). Bahkan gangguan suasana hati tersebut dapat meningkatkan risiko bunuh diri.

Jenis-jenis Gangguan Mood

Jenis gangguan mood bervariasi sesuai intensitas dan keparahan, diantaranya:

  1. Gangguan depresi berat, yaitu kesedihan ekstrem yang berkepanjangan dan terus-menerus
  2. Gangguan bipolar, juga disebut depresi manik atau gangguan afektif bipolar, depresi yang mencakup masa depresi bergantian dan mania
  3. Gangguan afektif musiman (SAD), merupakan bentuk depresi yang paling sering dikaitkan dengan berkurangnya jam siang di garis lintang utara dan selatan 
  4. Gangguan Siklotimi, yaitu gangguan yang menyebabkan naik turunnya emosi yang kurang ekstrim dibandingkan gangguan bipolar
  5. Gangguan dysphoric pramenstruasi, perubahan suasana hati dan mudah marah yang terjadi selama fase pramenstruasi dari siklus wanita dan hilang dengan timbulnya menstruasi
  6. Gangguan depresi persisten (dysthymia), merupakan bentuk depresi kronis (jangka panjang)
  7. Depresi yang berkaitan dengan penyakit medis atau oleh penggunaan obat, berkembang selama atau segera setelah penggunaan atau penarikan obat atau setelah terpapar obat

Penyebab 

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan mood. Tetapi terdapat dua faktor yang berperan yaitu faktor biologis dan faktor lingkungan, meliputi :

  1. Jika riwayat keluarga termasuk orang-orang yang telah didiagnosis dengan gangguan mood, kemungkinan Anda juga beresiko untuk mengalami gangguan tersebut, walaupun secara keseluruhan masih rendah. Kejadian kehidupan traumatis juga dianggap sebagai penyebab timbulnya gangguan mood atau suasana hati. 
  2. Gangguan suasana hati dapat berdampak negatif pada kehidupan kerja dan kehidupan sekolah serta mengganggu hubungan pribadi Anda. Dalam beberapa kasus, obat-obatan dan penyalahgunaan zat dapat menjadi penyebab di balik gangguan tersebut.

Gejala 

Gejala gangguan mood yang terjadi tidak sama pada setiap individu. Gejalanya dibagi berdasarkan kondisi, depresi dan mania. Dibawah ini merupakan gejala emosional dan fisik depresi meliputi : 

  1. Mempunyai pikiran dan upaya bunuh diri
  2. Kehilangan minat pada aktivitas yang menyenangkan 
  3. Kecemasan, kesedihan, atau perasaan hampa
  4. Perasaan tidak berharga, bersalah dan putus asa
  5. Berkurangnya energi dan pola tidur menjadi kurang atau berlebihan
  6. Sakit kepala, sakit tubuh, nyeri, kram atau masalah pencernaan
  7. Kesulitan dalam mengingat, membuat keputusan atau berkonsentrasi
  8. Kehilangan nafsu makan atau makan berlebihan

Sementara itu, gejala emosional dan fisik mania meliputi :

  1. Perasaan gembira yang berkepanjangan
  2. Merasa gelisah, mudah marah, agitasi atau energi yang berlebihan
  3. Perilaku impulsif atau hedonistic
  4. Pikiran yang berubah-ubah 
  5. Berbicara dengan cepat
  6. Menjadi mudah terganggu
  7. Insomnia
  8. Hiper-Seksualitas

Pengobatan

Biasanya gangguan mood bertahan seumur hidup atau dapat datang dan pergi. Kondisi itu dapat diobati dengan obat-obatan dan psikoterapi, seperti: 

  1. Edukasi. Edukasi tentang gangguan mood dapat membantu penderita mengenali pola perilaku dan pemikiran yang mengindikasikan munculnya kembali gangguan mood dan mendorong untuk mencari pengobatan tambahan.
  2. Obat-obatan. Obat antidepresan dan anti-kecemasan dapat diresepkan untuk mengurangi tekanan emosional. Bahkan dengan obat-obatan sekalipun, sebagian besar dokter akan merekomendasikan pengobatan tersebut dikombinasikan dengan psikoterapi.
  3. Psikoterapi. Terapi bicara atau psikoterapi difokuskan pada perubahan pola pikir dan perilaku. Psikoterapi diketahui memiliki efek pengobatan positif yang signifikan.

Jika merasa khawatir memiliki kelainan suasana hati, segera kunjungi psikiater atau psikolog. Tetapi, bila tidak ingin mencari pengobatan, berbicaralah dengan keluarga, teman, pasangan, pemimpin agama, atau orang lain yang dipercayai. Selain itu, tingkat keparahan beberapa gangguan mood dapat menyebabkan seseorang di rawat inap, terutama jika penderitanya telah mencoba untuk membahayakan diri sendiri atau orang lain atau memiliki pemikiran atau percobaan bunuh diri.

Referensi :

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mood-disorders/symptoms-causes/syc-20365057

https://www.honestdocs.id/gangguan-mood

p.p-2 span Topik diatas merupakan kumpulan dari berbagai sumber dan diverifikasi olehdokter kami untuk menjaga keakuratannya. n-link.text-primary(to="/")  DOKTERNET  span tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis maupun pengobatan melaluli topik artikel.

Kunjungi Spesialis

temukan dokter spesialis yang tersedia di sekitar anda

Dokter Populer

ambil antrian langsung melalui dokternet